Bu, buku dari ibu yang telah diberikan kepada saya kurang lebih setahun yang lalu mengilhami untuk memberikan jawaban yang walaupun diterima atau tidaknya itu hak ibu. Namun hemat saya, inginkan agar ibu sungguh mencari jalan menyelamatkan umat karena setiap umat ada batas (ajal) firman Allah: "likulli ummatin ajal, likulli ummatin rosul, likulli rosul ajal, likulli ajal kitab, yamhulloohu maa yasyaa, wa 'indahuu ummul kitaab." Artinya, setiap umat mempunyai batas tertentu dan setiap umat mempunyai rosul, setiap rosul mempunyai ajal, setiap ajal mempunyai kitab. Allah menghapus yang Allah kehendaki, Allah menetapkan apa yang Allah kehendaki.
Ibu lebih memahami masalah ini, segala sesuatu itu ada batas-batas tertentu. Nuh batasnya berlayar sampai bukit Ararat, berlabuhlah disitu. Yesus berlayar sampai 2000 tahun dengan tongkat/kholifah/pausnya sampai 265 paus. Adapun Yesus akan turun dalam Al-Quraan surat 3:55 dikatakan, "Yesus akan turun untuk mengadili, menghakimi dengan seadil-adilnya. Dan Allah akan jadikan pengikut-pengikutnya diatas orang-orang kafir sampai hari kiamat ditengah mereka dalam keadaan perselisihan. " Karena Yesus sama dengan Adam, Inna matsala Isaa kamatsali Adam, yang artinya: sesungguhnya kejadian Yesus sama dengan kejadian Adam. Maka tujuan Yesus itu bukan hanya mengadili umat Islam 4 agama terbesar di dunia ini juga dihakimi dan diadili dengan seadil-adilnya tanpa ada ada yang dirugikan, dan benar-benar Yesus ini menebus dosanya anak cucu Adam sepuluh ribu tahun yang lalu hingga saat ini.